Kumpulan Game Pencair Suasana Pelatihan

10 GAME ICE BREAKING


Disini ana merasa tertarik tuk membagikan beberapa Game Ice Breaking yang pernah ana dapatkan baik dari pengalaman pribadi, dari para blogger di Internet maupun dari pemateri pada pelatihan- pelatihan yang pernah ana ikutin. kadang kita dalam mengikuti seminar, pelatihan, ceramah, presentasi maupun public speaking atau apapun mananya, merasa jenuh, letih, lesu dan kurang bersemangat. nah... untuk membangkitkan semangat itu diperlukan suatu kegiatan yang mana kegiatan tersenut bisa memecahkan situasi yang beku atau bisa menambah konsentrasi lagi.  Namun sebelum kita masuk ke pembahasan, ada baiknya kita kenali dulu apa Game Ice Breaking itu baik secara bahasa maupun secara Istilah. 


Ice Breaking secara bahasa terdiri dari kata “ice” yang berarti es dan “breaking” yang berarti memecah. Secara istilah ice breaking bisa dimaknai sebagai suatu kegiatan yang umumnya berbentuk permainan untuk memecahkan kebekuan atau melatih konsentrasi dalam sebuah pertemuan misalnya seperti seminar, ceramah, presentasi, pelatihan, dan kegiatan public speaking lainnya.



Langsung aja ya....

1. Tawa Perkenalan


  • Buatlah sebuah lingkaran yang besar sesuaikan dengan jumlah peserta.
  • Siapkan pula selembar kertas dan pulpen.
  • Ajak masing-masing peserta untuk menuliskan namanya sendiri di bagian pojok kiri atas kertas, kemudian lipat dua kali kertas tersebut sampai namanya tertutup.
  • Putar kertas tersebut di antara para peserta sampai peserta tidak mendapatkan kertasnya sendiri.
  • Tulis di dalam lipatan kertas yang masing-masing dipegang oleh peserta dengan sebuah kata predikat/kata kerja, tidak boleh dibuka lebar dan tidak boleh dilihat isi kertas tersebut lalu putar lagi.
  • Tulis kata objek pada lipatan kertas yang masih kosong dan perhatikan tulis di bagian bawah lipatan kertas agar tulisannya berada pada satu halaman dan tidak bolak balik lalu putar lagi.
  • Selanjutnya tulis kata keterangan tempat dan waktu, setelah itu trainer menginstruksikan untuk memutar kertasnya dengan cepat dan semakin cepat sampai peserta berhamburan lalu trainer berteriak “stop”.
  • Dalam keadaan tersebut, ada peserta yang tak kebagian kertas dan ada pula yang memegang kertas lebih dari dua.
  • Peserta yang seperti itu akan disuruh utnuk membacakan isi kertas didepan teman-temannya dengan suara yang lantang.
  • Biasanya isi kertas itu akan mengundang tawa. Contoh tulisan dari kertas tersebut misalnya “herman bermain game di dalam air pada malam hari”.
2. Ikuti yang Dilihat

  • Kata kunci dalam ice breaking ini ialah “Lakukan apa yang saya lakukan, jangan lakukan apa yang saya katakan”.
  • Trainer terlebih dahulu menyampaikan aturan di atas berikut cara permainan kepada peserta.
  • Bila perlu berikan contoh seperti trainer mengucapkan “pegang kepala” padahal mentor memegang telinga maka peserta seharusnya memegang telinga karena kuncinya adalah melakukan apa yang dilakukan trainer, bukan apa yang diucapkan trainer.
  • Setelah seluruh peserta paham, maka trainer memulai permainanan.
  • Peserta yang salah dalam permainan ini, maka dia akan diberi hukuman.
3. Ikuti yang Didengarkan

  • Kata kunci dalam permainan ini adalah “Ikuti apa yang saya katakan".
  • Trainer menyampaikan aturan dan cara permainan.
  • Setelah peserta paham, maka trainer memulai permainan.
  • Mentor mengatakan “ayam, ayam, itik, ayam, itik, itik, ayam, itik”.
  • Lalu semua peserta mengikuti apa yang dikatakan trainer.
  • Lalu trainer melanjutkan dengan mengucapkan “Berapa jumlah ayam?”.
  • Biasanya peserta akan kebingungan dan minta diulang.
  • Trainer lalu mengulangi dari awal.
  • Ketika peserta mengucapkan jumlah ayam adalah sekian maka trainer berkata kalian semua salah, lalu ulangi lagi sampai peserta sadar bahwa seharusnya peserta mengikuti perkataan trainer bukan malah menjawabnya.
4. Mengulang Petunjuk

  • Trainer terlebih dahulu menyampaikan cara permainan.
  • Mentor menunjukkan jari jempol adalah saya, jari telunjuk adalah kamu, jari tengah adalah dia, jari manis adalah kami, dan jari kelingking adalah kalian.
  • Trainer berikan contoh kepada peserta mengangkat telunjuk maka peserta harus menjawab kamu, jika trainer mengangkat jempol maka peserta menjawab saya, dan jika trainer mengangkat jempol dan telunjuk maka peserta harus menjawab saya dan kamu begitu seterusnya.
  • Ketika peserta sudah paham maka trainer memulai permainan dengan mengangkat jari tangannya secara acak, trainer bisa menunjuk satu orang untuk menjawab dengan cepat.
  • Biasanya peserta lambat dalam memikirkan pasangannya.
5. Tebak- Tebakan

  • Rumus dari ice breaking ini adalah
    Ini= ayam
    Yang ini= sapi
    Kalau yang ini= kerbau
  • Trainer memberikan pertanyaan pada peserta dengan menunjuk jari-jari tangannya.
  • Peserta harus menjawab pertanyaan sesuai dengan kunci permainan di atas.
  • Trainer berhak mengacak pertanyaan dengan menunjuk sembarang jari-jari tangannya.
  • Ketika peserta sudah paham maka trainer memulai permainan.
  • Trainer boleh menanyakan satu orang peserta atau keseluruhan.
  • Biasanya peserta akan salah-salah dalam menjawab karena mereka fokus pada jari tangan trainer padahal sesungguhnya jari hanya sebagai pengecoh dan seharusnya peserta hanya fokus pada pertanyaannya saja.
  • Misalkan trainer bertanya “ini” maka jawabannya adalah “ayam”, jika trainer bertanya “yang ini” maka jawabannya adalah “sapi” dan jika trainer bertanya “ini” dan “yang ini” maka jawabannya adalah “ayam” dan “sapi”.
6. Jika-Maka

  • Bagi seluruh peserta menjadi dua kelompok.
  • Siapkan kertas dan pulpen.
  • Satu kelompok diberi nama kelompok JIKA dan tugasnya ialah menuliskan kalimat yang diawali kata jika, kelompok lain bernama kelompok MAKA dan bertugas menulis kalimat yang diawali dengan kata maka.
  • Setelah peserta paham dengan tugasnya selanjutnya trainer memberikan waktu pada tiap kelompok untuk menulis kalimat yang diawali dengan kata jika-maka sebanya 3 atau sesuai yang diinginkan trainer.
  • Setelah tiap kelompok selesai dengan tugasnya masing-masing selanjutnya setiap kelompok harus mengutus satu orang perwakilan untuk maju ke depan membacakan tulisannya.
  • Tulisan dibaca secara berpasangan antara tulisan jika dan tulisan maka.
  • Setelah kelompok JIKA selesai membacakan satu kalimatnya maka kelompok MAKA harus menyambung kalimatnya dengan apa yang telah dia tuliskan bersama.
  • Biasanya yang terjadi ialah antara kalimat jika dan kalimat maka tidak nyambung satu sama lain, contohnya “jika saya tidur, maka saya pintar”. Hal inilah yang nantinya akan membuat canda tawa peserta.
7. Berhitung

  • Peserta membentuk lingkaran bisa duduk bisa berdiri sesuaikan kondisi dan trainer berada di dalam lingkaran.
  • Trainer menyampaikan aturan main yaitu setiap hitungan kelipatan 3 (sesuai kesepakatan peserta) maka peserta tidak boleh menyebutkan angka kelipatan 3 tersebut melainkan dengan menyebut nama atau bertepuk tangan, dan kemudian perhitungan dilanjutkan.
  • Selanjutnya trainer bisa merubah permainan dengan cara yang berbeda yakni tiap kelipatan tiga maka peserta harus menyebut nama peserta lalu peserta yang disebut harus melanjutkan perhitungan dan seterusnya.
  • Selanjutnya trainer bisa menaikkan level permainan ke tingkat yang sulit lagi.
  • Contoh: kelipatan yang dipakai ada tiga yaitu kelipatan 2,kelipatan 3 dan kelipatan 5, setiap muncul kelipatan 2 maka peserta harus mengucapkan kata “daar”, setiap muncul kelipatan 3 maka peserta harus mengucapkan kata “diir”, dan setiap kali muncul kelipatan 5 maka peserta harus mengucapkan kata “door”, 6 adalah kelipatan 2 dan 3 maka peserta harus berkata “daar-diir” dan seterusnya, 10 adalah kelipatan 2 dan 5 maka peserta harus berkata “daar-door” dan seterusnya.
  • Yang salah dalah permainan ini dianggap gugur dan perhitungan diulang kembali.
8. Berhitung dengan Jari

  • Umumnya orang berhitung menggunakan dengan jari seperti 1=telunjuk, 2=telunjuk, 3=jari tengah dan seterusnya.
  • Trainer bisa menggunakan jarinya berhitung dengan cara yang berbeda sesuai dengan kreasinya sendiri.
  • Selanjutnya sampaikan kepada peserta cara berhitung kreasi baru tersebut.
  • Biasanya peserta akan kesulitan melakukan seperti yang trainer lakukan karena sesungguhnya permainan ini melatih keseimbangan otak kiri dan otak kanan.
  • Ulangi terus sampai peserta bisa meniru cara berhitung kreasi baru tersebut.
9. Tiga BOOM

  • Ulangi terus sampai peserta bisa meniru cara berhitung kreasi baru tersebut.
  • Pada awalnya mintalah peserta membuat lingkaran dan pemateri bearada di tengah lingkaran tersebut
  • Peserta mulai berhitung dari satu sampai seterusnya tapi pada hitungan tiga dan kelipatan tiga peserta mengatakan “BOOM”
  • Artinya angka tiga dan kelipatan tiga digantikan oleh kata “BOOM”
  • Apabila peserta yang ketiga atau kelipatan tiga tidak mengganti dengan kata "BOOM" maka hitungan di ulang dari satu dan dimulai dari peserta yang lain.
  • Pemateri boleh menunjuk peserta secara acak untuk meningkatkan konsentrasi peseta
  • Peserta harus menjawab dengan cepat jika salah akan dieliminasi atau mendapatkan tugas menghibur teman yang lainnya.

10. Duck Game/ Game Bebek

  • Peserta harus menjawab dengan cepat jika salah akan dieliminasi atau mendapatkan tugas menghibur teman yang lainnya.
  • Buatlah lingkaran yang bisa terdiri dari banyak orang namun idealnya terdiri dari belasan orang. Masing-masing berdiri di lingkaran ini dan anda sebagai instruktur berada di tengahnya.
  • Perintahkan untuk mengepalkan tangan kiri dan angkat sampai sejajar bahu kiri. Kepalan tangan dibuka, sehingga telapak tangan menengadah ke atas. Sedangkan jari telunjuk tangan kanan ditaruh di atas telapak tangan kiri dari teman yang ada di sebelah kanannya.
  • Sudah kebayang kan? Tangan kiri kita terbuka dan di situ ada tangan kanan orang lain. Sedangkan jari telunjuk tangan kanan kita ada di telapak tangan kiri orang lain.
  • Aturan permainan ini adalah anda sebagai instruktur akan bercerita mengenai bebek. Karanglah cerita apapun yang ada kata bebek-nya. Ketika dalam cerita tersebut anda menyebutkan kata bebek, maka peserta harus menangkap jari telunjuk teman sebelahnya dengan kanan kirinya dan di saat yang sama harus mengangkat jari telunjuk tangan kanannya agar tidak tertangkap oleh orang lain.
  • Akan lebih baik jika anda melakukan ujicoba terlebih dahulu untuk membiasakan dengan aturan permainan. Uji coba misalnya: katakan “bebek” maka semua orang menangkap dengan tangan kirinya dan mengangkat tangan kanannya.
  • Ketika sudah terbiasa, lakukan simulasi cerita misalnya “Pada suatu hari, saya diminta oleh ibu untuk pergi ke pasar untuk membeli be.. besek. Setelah itu saya bertemu dengan penjual be.. bebek!” Nah ketika anda menyebut kata bebek tersebut maka peserta harus menangkap jari tangan orang lain, tapi di saat yang sama harus menghindari tankapan orang lain.
  • Bagi peserta yang jarinya tertangkap maka dia harus menjadi instruktur dan berdiri di tengah lingkaran dan harus mulai bercerita. Instruktur baru bisa bercerita mengenai apa saja dengan kata kunci apa saja.
  • Kemudian, formasi diganti. Tangan kanan dan kiri bertukar peran. Tangan kanan yang telapaknya terbuka ada di sebalah bahu kanan, dan telunjuk jari kiri ada di telapak tangan kanan pada kawan sebelahnya.
  • Kerumitan permainan ini ada pada jebakan cerita. Buatlah cerita yang rumit dan tiba-tiba anda mengucapkan kata kunci. Bagi peserta yang tidak konsentrasi dan larut dalam cerita maka bisa dipastikan dia akan terkena hukuman terus dengan menggantikan peran instruktur
Itu saja dulu yang bisa ana bagi pada kali ini, mudah-mudahan bermanfaat serta bisa menambah wawasan kita semua... silahkan kunjungi blog ana dengan judul yang lain serta doain ana bisa berbagi ilmu, pengalaman serta berkarya untuk masa yang akan datang, hehehe kayak ngarang cerita aja ya. 

Wassalam.... Like n Share

0 Response to "Kumpulan Game Pencair Suasana Pelatihan"

Post a Comment

Type your comment here

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel