Jul 13, 2017

Lebaran Ziarah, Makan Bajambau, Tradisi Kampar


Lebaran Ziarah, makan Bajambau, 
Tradisinya Kampar


Ribuan warga Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Minggu (02/7), tumpah ruah dalam perayaan "Lebaran Puasa Enam" yang merupakan tradisi setempat setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri. Perayaan ini dilakukan di hari yang sama seperti lebaran ketupat yang digelar di berbagai daerah namun dengan tradisi khas.

Ini adalah tradisi turun temurun dari zaman nenek moyang masyarakat Kampar. Tradisi ini terpusat di dua kecamatan saja yakni di Kecamatan Bangkinang dan Bangkinang Seberang. "Lebaran Puasa Enam" dirayakan setelah warga melakukan puasa sunat selama enam hari sejak tanggal 2 Syawal, atau setelah Hari Raya Idul Fitri setiap tahunnya.

Inti dari tradisi tersebut adalah melakukan ziarah kubur yang hanya dilakukan oleh kaum pria sehingga tradisi ini juga disebut lebaran ziarah. Ribuan laki-laki memulai ziarah sejak pukul 07.00 WIB, dengan berkeliling ke seluruh pemakaman yang ada di setiap kampung di daerah itu. "Saat seluruh laki-laki melakukan ziarah, para perempuan di kampung menyiapkan makanan yang akan disantap bersama pada siang harinya.

Ziarah makam berakhir pada siang hari dan dilanjutkan dengan acara makan bersama yang dilakukan di surau ataupun masjid di tiap kampung. Acara ini juga disebut "bajambau", dimana seluruh kerabat berkumpul dan makan bersama tokoh adat (ninik mamak), alim ulama, hingga pejabat. Perayaan "Lebaran Puasa Enam" semakin meriah karena adanya berbagai perlombaan seperti panjat pinang, pacu goni (balap karung), hingga panggung hiburan.

Ada dua makna dalam perayaan tradisi tersebut. Makna dari ziarah adalah yang pertama, yakni untuk mendoakan para leluhur dan mengingatkan yang masih hidup untuk tetap bertaqwa karena manusia tak ada yang abadi.
Selain itu, makna dari tradisi tersebut adalah mempererat silaturahim yang mencerminkan sifat kekeluargaan warga setempat.

Warga yang merantau juga kembali pulang untuk berkumpul dan merayakan "Lebaran Puasa Enam". Para perantau tersebut tidak hanya berasal dari daerah di Riau, tapi ada juga yang datang dari Malaysia dan Singapura.


Seperti yang telah Penulis sampaikan di kesempatan lainnya bahwa setelah Hari Raya Idul Fitri di daerah Kampar lainnya juga ada acara "Manjalang Mamak". Tradisi dan Kebudayaan seperti ini hendaknya dilestarikan sehingga di masa yang akan datang masih dapat diwariskan kepada anak cucu kita.


Demikian dulu yang penulis haturkan, dalam tulisan ini masih terdapat kekurangan dan kehilafan ataupun masih belum memuaskan para pembaca, penulis mohon maaf dan diharapkan komentar, kritik dan saran yang mendidik untuk kemajuan Budaya Indonesia pada Umumnya, Kabupaten Kampar khususnya. 


wassalam...


No comments:

Post a Comment

Type your comment here

PERISAI BPJS KETENAGAKERJAAN

PERISAI BPJS KETENAGAKERJAAN Yang lain udh pada mendaftar karena peduli dgn masa depan..  KAMU?? iyaa KAMUU?? Kecil bayarnya...